
BSIP JATIM HADIRI RAKOR KEGIATAN OPTIMASI LAHAN NON RAWA
Surabaya, 15 Maret 2025 - Dalam rangka dukungan terhadap capaian program swasembada pangan, Kementerian Pertanian melaksanakan percepatan peningkatan produksi pangan nasional diantaranya melalui program optimasi lahan non rawa. Berkenaan dengan upaya tersebut Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian melaksanakan kegiatan rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan optimasi lahan non rawa di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Prasana dan Sarana Pertanian, Direktur Irigasi, Direktur Perlindungan Tanaman, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, BSIP Jawa Timur, BSIP TAS, BBPP Ketindan, Dinas Pertanian Kabupaten (Jombang, Magetan, Situbondo, Jember, Banyuwangi), serta FTP UB. Dari BSIP Jawa Timur hadir Ketua Tim Kerja Program dan Evaluasi, Dr. Gunawan, STP, M.Si bersama dengan Ahmad Mualif Abdurrahman, S.Pt, M.Sc dan Ajun Prayitno, S.ST, M.Sc.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alamsyah, S.TP, MT menyampaikan bahwa kegiatan optimasi lahan secara nasional dilaksanakan di 20 provinsi, salah satunya adalah Jawa Timur dengan luasan 2.511 Ha yang tersebar di 5 Kabupaten yaitu Jombang, Magetan, Situbondo, Jember dan Banyuwangi. Lahan oplah dikonsolidasikan dan disesuaikan dengan potensi sumber air, semisal hamparan dengan luasan 100 Ha, 150 Ha, 200 Ha dan seterusnya. Lebih lanjut beliau memyampaikan untuk 2 minggu ke depan SID harus tersedia sehingga Tim SID (survey investigation and design) diminta untuk segera melakukan strategi akselerasi penyelesaian.
Selanjutnya Direktur Irigasi, Dhani Gartinia, S.Kom, MT meminta agar kabupaten menampilkan data dengan polygon agar SID nya dipercepat. Kabupaten yang dipilih sebagai tahap awal adalah Kabupaten Jombang yang kemudian akan disusul 4 kabupaten lain. Adapun mekanisme pemilihan lokasi oplah non rawa ini adalah terdapat sumber air yang tidak terkoneksi dan tidak ada sumber air sama sekali. Saat ini Direktorat Irigasi memiliki data potensi sumber air tanah, yang bisa dikolaborasikan dengan tim SID dari FTP UB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama dengan stakeholder dan dinas terkait guna memetakan potensi dan strategi yang akan dilaksanakan.